Geomorfologi

Geomorfologi adalah studi tentang bentuk lahan (Lobeck, 1939).

Geomorfologi adalah ilmu tentang bentuk lahan (Thornbury, 1954).

Geomorfologi adalah studi tentang bentuk lahan, dan terutama pada asal mula terbentuknya, proses-proses perkembangannya, dan komposisi material penyusunnya (Cook, at al., 1976).

Geomorfologi adalah studi yang mendeskripsi bentuk lahan dan proses serta mencari antar hubungan antara bentuklahan dan proses dalam susunan keruangannya (van Zuidam at al., 1978).

Geomorfologi didefinisikan sebagai suatu ilmu yang membicarakan tentang bentuk lahan yang mengukir permukaan bumi baik di atas maupun di bawah permukaan laut, dan menekankan pada asal mula terbentuknya (genesis) serta perkembangan yang akan datang, dan hubungan dengan kelingkungannya (Verstappen, 1983).

Peta geomorfologi atau bisanya disebut Peta Bentuklahan pada hakekatnya  adalah  suatu gambaran dari suatu bentangalam (landscape)  yang merekam proses-proses geologi yang terjadi di permukaan bumi.  Pada peta satuan geomorfologi sungai (fluvial), proses-proses geologi seperti erosi dan pengendapan sedimen termasuk di dalamnya. Satuan geomorfologi seperti teras sungai (stream terrace) dan kipas aluvial (alluvial fans) merupakan representasi dari proses-proses pengendapan pada suatu sistem sungai dan menjadi dasar dalam penarikan batas pada peta geomorfologi. Metoda pemetaan geomorfologi  biasanya dilakukan dengan cara  kombinasi antara penafsiran foto udara (citra satelit), pemetaan lapangan terhadap bentuk bentuk  bentangalam, analisis laboratorium serta menggunakan hasil survei yang telah dipublikasikan.

Cara yang  paling  efektif  untuk  mempelajari bentangalam  adalah dengan membuat  peta geomorfologi  yang  menyajikan  persebaran  dari  satuan-satuan  geomorfologi  yang berbeda-beda.  Pada dasarnya  “peta geomorfologi”  berbeda dengan  “peta geologi”, karena  peta
geomorfologi  tidak memperlihatkan penyebaran  batuan, namun demikian  ada hubungan  yang erat  antara bentuk bentangalam dengan  bebatuan yang mendasarinya;  oleh karena itu  peta geomorfologi merupakan    “wakil” yang  berguna  bagi  peta geologi. Peta geomorfologi  juga
dapat menunjukkan bagian dari sejarah Bumi. Peta geologi menjelaskan sejarah  pengendapan, sedangkan peta geomorfologi dapat menunjukkan sejarah erosi yang ditinggalkan.

Secara tradisional, ahli geomorfologi  mempelajari bentangalam di lapangan  dengan  cara mengamati melalui mata mereka sendiri dan juga secara tidak langsung  melalui foto udara dan peta topografi.  Proses  ini sudah sejak lama dilakukan , terutama  pada  daerah  daerah  yang
berhutan  lebat sehingga  sulit untuk ditentukan bentuk bentangalamnya (morfologinya).Memindahkan hasil penafsiran dari  pengamatan  lapangan atau  dari  foto  udara  kedalam  peta dasar  seringkali  kurang teliti.  Dengan adanya peta topografi  maka  akurasi,  ketelitian,kelengkapan, dan  koordinat yang tepat  serta dalam bentuk  digital  maka  akan  memudahkan dalam penafsiran bentangalam (morfologi).

 Simbol Huruf dan Warna Unit Utama Geomorfologi

tabel Geologi

Sumber : Hallaf Hanafie Prasad, Geografi UNM
Djauhari Noor

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s